Jumat, 19 Oktober 2012

Apresiasi Seni Musik

Apresiasi Karya Seni Musik

A.  Pengertian MusikMusik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik  yang  mengungkapkan   pikiran  dan  perasaan  penciptanya,   melalui unsur-unsur  musik  yaitu  irama,  melodi,  harmoni,  bentuk  atau  struktur  lagu dan ekspresi.

B.  Klasifikasi alat musik:x Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Contoh triangle, cabaza, marakas
x Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. Contoh:  recorder, seruling, saxsophone

x Membranophone   :  Kulit  atau  selaput  tipis  yang  ditegangkan   sebagi penyebab bunyi. Contoh : gendang, conga, drum

x    Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi.Contoh : piano, gitar, mandolin.

x Electrophone  : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan  adanya  daya listrik.  Contoh  keyboard. 

C. Sistem Nada

1. Sistem Nada Diatonis
Berawal  dari  bangsa  Yunani  mengembangkan  susunan nada semula 4 nada menjadi 7 nada. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½.
Nada dalam tangga nada Diatonis, awalnya hanya mempunyai 4 nada,
yang disebut dengan  Tetrachord  1nada-nada tersebut ialah :
Tetrachord 1   
Tetrachord 2

Nada-nada kemudian dikembangkan,  nada-nada ini disebut Tetrachord
2.

Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord.

2. TANGGA NADA MAYOR

Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut :

Tangga nada  Diatonis Mayor mempunyai jarak 1 dan ½.

Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan  Stroboccon  dan  melograph  tidak  sama  tinggi  nadanya,  sebagai contoh walaupun  sama-sama  terdengar  do, nada-nada  yang dihasilkan  dari instrumen  gamelan  mempunyai  perbedaan  antara  satu  perangkat  gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya  tetapi  jika  nada-nada  pada  instrumen  gamelan  dimainkan nada yang terdengar pada laras :
Pelog seperti               : do, mi, fa, sol, si, do.
Degung seperti           : mi, fa, sol, si, do, mi
Slendro seperti           : re, mi, sol, la, do, re
Musik   tradisi   banyak   mengalami   evolusi,   sebagai   contoh   fungsi angklung, dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah, namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan.  Musik  gamelan  pun  dahulu  hanya  dimainkan  dalam  keraton sebagai sahnya upacara, namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan.

3.  Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli)
Titilaras   dalam   seni   musik   biasanya   sering   disebut   notasi,   yakni lambang-lambang   untuk  menunjukkan   tinggi  rendah  suatu  nada  berupa angka   atau   lambang   lainnya.   Dalam   seni   musik   Karawitan,   titilaras memegang peranan yang penting dan praktis, sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat, mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi.
a. Notasi PentatonikSistem   notasi   yang   dipakai   dalam   gamelan   Jawa   adalah   notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. Notasinya disebut notasi kepatihan  yang diciptakan  oleh Raden  Ngabehi  Jaya Sudirga  atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan.
nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut :
  Penanggul yaitu nada 1          : siji dibaca ji
  Gulu yaitu nada 2                  : loro dibaca ro
  Dhada yaitu nada 3                : telu dibaca lu
  Pelog yaitu nada 4                 : papat dibaca pat
  Lima yaitu nada 5                  : lima dibaca mo
  Nem yaitu nada 6                  : enem dibaca nem
  Barang yaitu nada 7               : pitu dibaca pi

b. LarasTangga  nada dalam  bahasa  Jawa secara  umum  disebut  laras atau secara  lengkap  disebut  titi laras,  istilah  titi dapat  diartikan  sebagai  angka, tulis, tanda, notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti  susunan  nada.  atau  tangga  nada.  Dan  dalam  bahasa  Indonesia titilaras berarti tangganada.
Dalam   penggunaan   sehari-hari   istilah   titi   laras   sering   disingkat menjadi laras. Laras ini mempunyai 2 macam, yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu:
1).  Laras  Slendro
 secara   umum  suasana   yang  dihasilkan   dari  laras slendro adalah suasana yang bersifat riang, ringan, gembira dan terasa lebih ramai. Hal ini dibuktikan  banyaknya  adegan perang, perkelahian atau  baris  diiringi  gending  laras  slendro. 
2).  Laras   Pelog,  
secara   umum   menghasilkan   suasana   yang   bersifat memberikan kesan gagah, agung, keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan, adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). adegan marah, adegan yang menyatakan  sakit hati atau adegan yang menyatakan  dendam  diiringi  gendhing-gendhing   laras  pelog

Titilaras  berwujud  angka  1 2 3 4 5 6 7 I sebagai  pengganti  nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari, namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji.
Tinggi  rendah  nada  titilaras  bagi  laras  slendro  dan  pelog  berbeda. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna, setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras, tetapi pada gamelan laras pelog, tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama.

Materi Lagu





Ulangan Formatif KD 1.

TES FORMATIF BAB I

Pilihlah jawaban yang tepat
1.  Manakah pernyataan yang benar
     a.  Seni berbeda dengan kebudayaan
     b.  Seni sebagian dari kebudayaan
     c.  Seni adalah kebudayaan
     d.  Seni adalah wujud kebudayaan
2.  Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan :
    a.  Genre          b.  Esetika
    c.  Apresiasi     d.  Ekspresi
3.  Salah satu sifat dasar seni adalah ....
      a.  Indah            b.  Kreatif c.  Style          d.  Makna
4.  Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks ....
      a.  Klasifikasi seni         b.  Karya seni      c.  Nilai seni     d.  Sifat seni
5.  Nilai  estetis  yang  negatif  yang  tidak  mementingkan  keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan ....
       a.  Keindahan        b.  Orisinalitas       c.  Makna simbolik d.  Kreativitas
6.  Medium pada seni rupa
      a.  Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b.  Bunyi  c.  Gerak    d. Gerak dan vocal
7.  Medium pada seni musik ....
      a.  Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b.  Bunyi   c.  Gerak    d.  Gerak dan vokal
8.  Medium pada seni tari ....
      a.  Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b.  Bunyi  c.  Gerak   d.  Gerak dan vokal
9.  Relief patung adalah karya seni rupa  berdimensi...
      a.  Dua dimensi  b.  Tiga dimensi     c.  Multi dimensi d.  Multi media
10. Seni  musik,  seni  tari  dan  seni  teater  adalah  bentuk  seni  yang diklasifikasikan sebagi seni
      a.  Seni pertunjukan   b.  Bahasa seni       c.  Ragam seni      d.  Sifat seni

Jawablah dengan penjelasan yang bermakna
1.  Apa yang disebut kebudayaan ?
2.  Apa yang dapat dikaji seni ?
3.  Ada  dua  bahasan  estetika  dalam  menilai  seni,  sebutkan  dan jelaskan !
4.  Apa saja cabang-cabang seni ?
5.  Sebutkan  media  dari seni musik,  seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Apresiasi Seni

Apresiasi Seni
S.E.  Effendi   mengungkapkan   bahwa apresiasi   adalah   mengenali   karya   sehingga   menumbuhkan   pengertian,penghargaan,   kepekaan   untuk   mencermati   kelebihan   dan  kekurangan terhadap karya.
Kegiatan apresiasi meliputi :
1.   Persepsi
Kegiatan ini mengenalkan  akan bentuk-bentuk  karya seni , misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan  persepsi  antara lain meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.
2.  Pengetahuan
Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan,  maupun istilah-istilah  yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.
3.   Pengertian
Pada tingkat ini, diharapkan  dapat membantu  menerjemahkan  tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik.
4.  Analisis
Pada  tahap  ini,  kita  mulai  mendeskripsikan  salah  satu  bentuk  seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.
5.   Penilaian
Pada tahap ini, lebih ditekankan pada  penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.

Apresiasi  merupakan  bagian  dari tujuan  pendidikan  seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal value ( nilai ), empathy  dan feeling.

Value adalah  kegiatan  menilai  suatu  keindahan  seni,  pengalaman  estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat.
Empathy, kegiatan memahami, dan menghargai.

Feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .


Seni Musik
x    Struktur Lagu
x    Gaya musiknya
x     Ciri-ciri khas musiknya :
             -   Tangga nadanya
 -    Pola irama
 -    Instrumen / alat musik yang digunakan
x    Fungsi lagu
x    Ekspresif (nilai-nilai keindahan pada lagu)
x    Makna / pesan yang terkandung

Seni Rupa
x    Makna
x    Gaya
x    Material
x    Elemen
x    Estetika

F. Ekspresi seni
Ekspresi  adalah  proses  ungkapan  emosi  atau  perasaan  di  dalam proses penciptaan  karya seni, proses ekspresi bisa diaktualisasikan  melalui media. Media musik bunyi; media seni rupa adalah garis, bidang dan warna; media tari adalah gerak, media teaer adalah gerak, suara dan lakon.

TUGAS 1 :1. Buatlah laporan apresiasi tentang sebuah lagu masa kini !
2. Secara berkelompok (4 - 5 orang ) nyanyikan sebuah lagu, kemudian kelompok yang lain melakukan apresiasi dengan membuat laporan penilaian , yang meliputi ketepatan nada, teknik vokal, penghayatan dan kekompakan !

Wawasan Budaya dan Seni

A.   Pengertian Kebudayaan
Menurut Koentjoroningrat (1986), kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem,  pertama  sistem  budaya  yang  lazim  disebut  adat-istiadat,   kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.
Untuk  lebih  jelas  dapat  diterangkan  apa-apa  saja  yang menggambarkan  kebudayaan,  misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya, sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan  joglo sedangkan rumah adat di Sumatera .

B.   Pengertian Seni
Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis.

Aristoteles mengemukakan bahwa, seni adalah kemampuan membuat sesuatu  dalam  hubungannya  dengan  upaya  mencapai  suatu  tujuan  yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu.

Leo Tolstoy mengatakan bahwa, seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan  perasaan  kepada  orang  lain. 

Ki  Hajar  Dewantara seni adalah indah, menurutnya  seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul  dan  hidup  perasaannya  dan  bersifat  indah  hingga  dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya.

Akhdiat K. Mihardja; seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya, yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.  

Erich  Kahler;   seni  adalah  suatu kegiatan manusia yang menjelajahi,  menciptakan  realitas itu dengan simbol atau  kiasan  tentang  keutuhan   “dunia  kecil”  yang  mencerminkan   “dunia besar”.
Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa, seni pertunjukan, dan seni sastra.

C. Sifat Dasar Seni  
Berdasarkan  hasil telaah terhadap teori-teori  seni, disimpulkan   bahwa seni memiliki  sekurang-kurangnya  5 ciri yang  merupakan  sifat  dasar  sebagai berikut:

1.  sifat   kreatif 
Seni   merupakan   suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru.
2.  sifat individualitas Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal, Subyektif dan individual. Sebagai contoh, (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda  dari lagu ciptaan  Ebiet G. Ade; (2) Lukisan  Lucia hartini  yang bercorak Surrealisme  menampilkan  kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai.
3. memiliki nilai ekspresi atau perasaan.
Dalam mengapresiasi  dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Seniman mengekspresikan  perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati, memahami   dan  mengapresiasi   karya  tersebut   dengan   perasaannya. Sebagai   contoh,  lagu  “Imagine”   karya  John  Lennon  merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar.
4.   keabadian seni dapat hidup sepanjang masa. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Sebagai  contoh,  lagu  Indonesia  Raya  karangan  WR.  Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat  walaupun beliau telah wafat.
5.   universal  Seni  berkembang  di seluruh dunia dan di sepanjang  waktu. Seni tidak dapat dipisahkan  dari kehidupan masyarakat. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat  karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai   dengan   perkembangan   masyarakatnya

D.  Fungsi Seni
Fungsi-fungsi  seni  terdiri  atas  fungsi  ritual,  pendidikan,  komunikasi, hiburan, artistik dan fungsi guna.
1. Fungsi RitualSuatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran, kematian, ataupun pernikahan.
Contoh  :   Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali.
Gamelan  di Jawa Gamelan  Kodhok  Ngorek

2. Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan misalnya musik.
Contoh  :  Ansambel  karena  didalamnya  terdapat  kerjasama,  Angklung dan Gamelan  juga bernilai  pendidikan  dikarenakan  kesenian tersebut mempunyai nilai sosial, kerjasama, dan disiplin.
3. Fungsi KomunikasiSuatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui  media  seni  tertentu  seperti,  wayang  kulit,  wayang  orang  dan  seni teater, dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan.
4. Fungsi HiburanSeni yang berfungsi sebagai hiburan, sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi   atau   mengandung   hiburan,   kesenian   yang   tanpa   dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain.
5. Fungsi ArtistikSeni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, misalnya terdapat pada musik kontemporer,   tari  kontemporer,   dan  seni  rupa   kontemporer,   tidak   bisa dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya.
6. Fungsi Guna (seni terapan)Karya   seni   yang   dibuat   tanpa   memperhitungkan   kegunaannya   kecuali sebagai  media  ekspresi  disebut  sebagai  karya  seni  murni,  sebaliknya  jika dalam  proses  penciptaan  seniman  harus  mempertimbangkan  aspek kegunaan, hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan.
Contoh   :  Kriya,  karya  seni yang  dapat  dipergunakan  untuk perlengkapan/
peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan.
7. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi)Pengobatan  untuk penderita  gangguan  physic  ataupun  medis dapat distimulasi   melalui   terapi   musik,   jenis   musik   disesuaikan   dengan   latar belakang kehidupan pasien.
Terapi musik telah terbukti mampu digunakan  untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian, dan lain-lain.

Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran.